Minggu, 15 Januari 2012

alat pendeteksi gempa

Cara Membuat Alat Sederhana
Pemberi Sinyal Gempa Bumi
Untuk Rumah Anda



Inilah cara membuat Cara Membuat Sinyal/alarm Deteksi Gempa Bumi Dengan Mudah from blak-blakan.com. Pengen tahu gimana cara membuat alarm deteksi gempa bumi sendiri dengan mudah? Ternyata cara membuat alarm gempa bumi lumayan sederhana dan murah lohh. Karena kejadian ato isu gempa di Indonesia kan lumayan banyak, jadi kalo kita punya alarm pendeteksi gempa sendiri pastinya bakal bermanfaat and lebih enjoy..

Bagi yang tinggal di zona gempa bumi sering kali kita merasa ada gempa padahal mungkin disebabkan oleh aktivitas orang lain di samping kita. Sebaliknya, karena begitu sibuk beraktivitas kita tidak sadar saat gempa sudah mulai terjadi. Hmmmm… apa lagi saat kita lagi tidur.

Karena itulah perlu sekali suatu alat yang dapat mendeteksi getaran akibat gempa di rumah untuk selalu siap sedia 24 jam memperingatkan, meyakinkan dan membangunkan kita saat gempa terjadi. Memang sudah ada alarm gempa, tapi pasti harganya sangat mahal dan tidak selalu tersedia di setiap daerah di Indonesia.

Begini cara Membuat alarm deteksi gempa.

Bahan
1. Bell pintu kabel (bukan wireless)
2. Kawat listrik halus (bisa dipakai dari kabel bell pintu)
3. Kawat (saya pakai dia 2 mm) (untuk dibuat ring/cincin)
4. Pipa paralon (PVC) (saya pakai 1,5” x 40 cm) (berguna sbg pelindung dari angin atau binatang seperti cicak)
5. Unting-unting* (yang diharapkan bergerak saat gempa)
6. Paku secukupnya
* alat tukang berguna untuk menentukan posisi vertikal, kadang disebut bandul aka. lot

Alat:
1. Palu
2. Tang
3. Gergaji
4. Lain2 yang diperluka


Tidak harus seperti ini yang penting prinsip kerja alat (bisa disesuaikan dengan bahan-bahan yang ada disekitar rumah).
Prinsip kerjanya sih sama saja dengan menekan bell pintu, hanya saja saklar bell dimodifikasi untuk berbunyi saat goyangan unting menyentuh cincin.


Langkah-langkahnya silakan lihat foto2 dan diagram (tutorialnya pake gambar aja yach saya rasa sudah cukup dimengerti) di bawah ini:




Inilah Bahan-bahannya



Bagian atas paralon tempat penggantung unting-unting






Dah dibungkus dengan kotak


Dengan memakai unting-unting yang berbentuk kerucut terbalik itu, kita bisa mengatur tingkat sensitivitas dari alarm kita dengan menarik atau menurunkan unting. Selain itu unting mempunyai berat yang cukup untuk bergerak saat terjadi goyangan.

Yang perlu diperhatikan:
1. Unting dan kabel berbahan konduktor seperti tembaga, besi dan lain-lain.
2. Unting2 dan kabel penggantungnya harus bergerak bebas dalam pipa PVC maupun pada cincin kawat.
3. Bagian atas maupun bawah PVC dibuatkan kotak untuk antisipasi gangguan angin dll (syukurnya saya punya kotak dari plastik sehingga bisa mengontrol posisi unting tanpa harus membuka kotak).
4. Nada bell jangan sama dengan bell pintu.



Tips
1. Baiknya cari nada seperti lagu, jadi agak lebih panjang.
2. Pakai baterai alkaline supaya lebih awet.
3. Kotak pembungkusnya lebih baik transparan supaya memudahkan pengecekan


Saat gempa di kepulauan Mentawai tanggal 25 Oktober kemaren, berikut gempa2 susulannya alat ini Terbukti BERFUNGSI dengan BAIK!!!


Bagi yang tinggal di zona gempa jangan ditunda, yukkk kita coba bikin sendiri alarm gempa. Mudah-mudahan kita dapat meminimalisir musibah yang mungkin terjadi pada kita dan keluarga.



Artikel ini diAmbil Dari => http://haxims.blogspot.com/2011/11/membuat-alat-pendeteksi-gempa-bumi.html#ixzz1jVgmEANv
By Haxims

Jumat, 13 Januari 2012

Teknik elektro

Teknik Elektro adalah ilmu teknik atau rekayasa yang mempelajari sifat-sifat elektron atau sifat-sifat kelistrikan yang kemudian diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari. Berasal dari bahasa Inggris electrical engineering, yang bisa diartikan dengan teknik listrik.
Ilmu teknik elektro dulunya dibagi atas 2:
  • Arus kuat, yang mempelajari listrik tegangan tinggi, serta
  • Arus lemah, yang mempelajari listrik tegangan rendah.
Selain itu, ilmu teknik elektro dapat dibagi menjadi:
  • Teknik elektrik, terutama mengenai sifat-sifat listrik dan pemanfaatan listrik dalam berbagai bidang.
  • Teknik elektronika, terutama mengenai sifat-sifat elektron dan pemanfaatannya dalam berbagai bidang.
Sejalan dengan perkembangan teknologi, khususnya pada bagian arus lemah, maka saat ini dibagi menjadi enam konsentrasi, yaitu:
  • Teknik Tenaga Listrik (electric power engineering), yang dulunya merupakan konsentrasi arus kuat
  • Teknik Elektronika (electronics engineering)
  • Teknik Telekomunikasi (telecommunication engineering)
  • Teknik Kendali atau Teknik Pengaturan (control engineering)
  • Teknik Komputer (computer engineering)
  • Teknik Biomedika (biomedics engineering) merupakan bidang multidisiplin yang melibatkan berbagai keahlian teknik, ilmu pengetahuan dan metoda teknologi untuk memecahkan masalah dalam biologi dan kedokteran, untuk peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.                                                                                                  http://id.wikipedia.org/wiki/Teknik_elektro
PENANDATANGANAN KREDIT PENDANAAN PEMBANGUNAN PROYEK 5 PLTU EPC 10.000 MW ANTARA PLN DENGAN SINDIKASI BANK
Pada hari Jumat tanggal 30 Januari 2009 bertempat di Departemen Keuangan telah dilakukan penandatanganan kredit pendanaan pembangunan proyek 5 PLTU EPC 10.000 MW antara PLN dengan sindikasi Bank BRI, Bank BNI, BPD DKI, BPD Papua, BPD Sulawesi Selatan, BPD Kalimantan Selatan, BPD Sumatera Selatan, dan BPD Sumatera Utara. Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT PLN (Persero) Fahmi Mochtar dengan Direktur Utama Bank BNI Gatot Mudiantoro Suwondo, Direktur Utama Bank BRI Sofyan Basir, Direktur Utama BPD DKI Winny Erwindia Hasan, Direktur Utama Pengembangan Korporat BPD Papua Eddy Rainal Sinulingga, Direktur Umum BPD Sulawesi Selatan Andi Djuarzah, Direktur Utama BPD Kalimantan Selatan H. Juni Rif’at, Direktur Pemasaran BPD Sumatera Selatan Sukirno dan Direktur Utama BPD Sumatera Utara Gus Irawan yang disaksikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Turut hadir dalam acara tersebut Deputi UPISET Kementerian Negara BUMN Sahala Luman Gaol, Ketua Tim Percepatan Proyek 10 Ribu MW Yogo Pratomo, Wakil Direktur Utama PLN Rudiantara, Direktur Keuangan PLN Setio Anggoro Dewo, dan Direktur Konstruksi Strategis PLN Moch. Agung Nugroho.
PLN melakukan penandatanganan tiga buah Perjanjian Kredit yang terdiri dari dua paket untuk pembiayaan porsi Rupiah dan satu paket pinjaman Rupiah untuk pembiayaan porsi USD dengan rincian sebagai berikut :
1. Perjanjian Kredit untuk pembangunan proyek PLTU 3 Jawa Timur, Tanjung Awar-awar (2 x 350 MW) dengan Sindikasi Bank BNI dan Bank BRI sebesar Rp 1,155 Triliun.
2. Perjanjian Kredit untuk pembangunan proyek PLTU Sulawesi Selatan (2 x 50 MW), PLTU 3 Bangka Belitung (2 x 30 MW), PLTU 2 Papua (2 x10 MW) dan PLTU Kalimantan Selatan (2 x 65 MW) dengan Sindikasi Bank BRI dan enam Bank Bank Pembangunan Daerah yaitu Bank Pembangunan DKI, Bank Pembangunan Daerah Papua, Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan, Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan, Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan, Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara sebesar Rp 1.151 Triliun
3. Perjanjian Kredit untuk pembangunan proyek PLTU Sulawesi Selatan (2 x 50 MW), PLTU 3 Bangka Belitung (2 x 30 MW), PLTU 2 Papua (2 x10 MW) dan PLTU Kalimantan Selatan (2 x 65 MW) dengan Sindikasi Bank BRI dan Bank BNI sebesar Rp 2,1 Triliun yang ekivalen dengan USD 172.9 juta.
Proyek yang didanai dari Perjanjian Kredit ini merupakan bagian dari proyek 10.000 MW sehingga Pinjaman ini dijamin oleh Pemerintah dan ini merupakan komitmen positif yang pertama kali dari Bank Pemerintah Daerah untuk ikut mendukung pembiayaan di sektor ketenagalistrikan. Total Pinjaman dari tiga paket Perjanjian Kredit dari sindikasi bank tersebut adalah sebesar Rp 4.3 Triliun, merupakan pendanaan untuk mendukung 85% dari porsi nilai kontrak EPC untuk masing-masing proyek. Sedangkan sisanya sebesar 15% akan didanai dari anggaran PLN. Tenor Perjanjian Kredit untuk pendanaan ke lima PLTU tersebut adalah selama 10 tahun termasuk masa tenggang selama 3 tahun. Suku bunga yang dikenakan adalah floating berbasis JIBOR
Keberhasilan proses negosiasi dan disetujuianya pemberian kredit ini antara PLN dengan sindikasi Bank BNI, Bank BRI dan Bank BPD menunjukkan dukungan kuat perbankan nasional dan Pemerintah melalui Menteri keuangan untuk keberhasilan pembangunan Proyek PLTU EPC 10.000 MW, yang merupakan langkah strategis pemerintah untuk mendorong tumbuhnya ekonomi nasional.
SARJANA ELEKTRO
Apakah Anda sarjana elektro?   Majalah
Sebenarnya, apapun jawaban Anda tidak penting bagi kami. Majalah ELEKTRO ini diterbitkan oleh para sarjana elektro yang tergabung dalam organisasi profesi Badan Kejuruan Elektro - Persatuan Insinyur Indonesia (BKE-PII). Namun, target pembaca ELEKTRO tidak hanya yang berasal dari jurusan elektro. Banyak di antara pembaca kami juga bukan sarjana, tapi mulai dari mahasiswa, praktisi dan profesional yang bergerak di bidang elektro. Kata elektro, menurut kami, bukan hanya soal listrik dan elektronika. Elektro mencakup semua bidang yang berkaitan erat dengan ilmu dan teknologi yang berhubungan dengan elektron. Elektro adalah "elite", yaitu elektronika (termasuk kontrol dan instrumentasi), listrik, informatika dan telekomunikasi (termasuk mutimedia dan penyiaran), serta energi.   Lalu, ada apa dengan sarjana elektro? Jika Anda seorang sarjana elektro, artinya Anda lulusan dari program sarjana atau pasca sarjana teknik elektro, telekomunikasi, instrumentasi, informatika dan komputer, Anda dapat mengikuti Konvensi Nasional Sarjana Elektro 2003, di Jakarta, 9 dan 10 Oktober yang akan datang. Ide dan pemikiran Anda diharapkan bisa tersalurkan melalui organisasi profesi BKE-PII. Sebagai seorang profesional, Anda diharapkan juga menyumbangkan pemikiran bagaimana membangun kemandirian bangsa Indonesia melalui bidang elektro. Sudah saatnya sarjana elektro tidak hanya sebagai buruh atau konsumen sebuah produk, tapi bisa berperan sebagai technopreneur. Apapun pekerjaan Anda, jiwa kewirausahaan dalam bidang teknologi elektro bisa ditanamkan, sehingga akan tumbuh jiwa, semangat dan gerakan menuju kemandirian.
Majalah ELEKTRO, sejak terbit perdana sembilan tahun yang lalu, 23 Juli 1994, memiliki motto "Media Menuju Kemandirian." Artinya, kami berharap para penulis akan menyiapkan artikelnya (yang berupa ide, desain, uji coba dan analisis atau hasil-hasil riset di bidang elektro) yang dapat menggugah semangat kewirausahaan dan pada ujungnya akan menghasilkan kemandirian penulis dan pembaca. Para pembaca dapat memetik hasil dari publikasi penulis-penulis di ELEKTRO untuk diri dan lingkungannya, mulai dari lembaga pendidikan, penelitian, pemerintahan dan dunia bisnis. Para pengiklan mendapatkan pembaca yang sesuai targetnya, yaitu kaum intelektual yang haus akan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Terima kasih kami ucapkan untuk Anda semua, pembaca, penulis dan pengiklan serta pihak-pihak yang membantu kelancaran penerbitan majalah dua-bulanan ELEKTRO, sehingga dapat memasuki tahun kesepuluh mulai edisi ini.  
Selamat Membaca..?

box panel listrik


Box Panel Listrik

Box Panel Listrik.
Box Panel listrik banyak dibuat orang untuk pengamanan dan kerapihan suatu instalasi Listrik. Tapi sedikit orang yang memahami dari fungsi box panel listrik . Ini terlihat dari pengamatan pada waktu pemasangan/ instalasi UPS. Box terlihat rumit dan tidak kelihatan jalurnya.
Dengan perencanaan yang matang dan ketelitian yang tinggi diharapkan box listrik menjadi sederhana dan mudah dimengerti. Kalau perlu ada gambar denah sederhana.
Bila sewaktu-waktu ada penambahan instalasi listrik , seperti instalasi UPS dengan daya besar. Akan dengan mudah membuat jalur dari box panel yang telah ada. UPS dengan kapasitas yang besar biasanya yang lebih dari 6 KVA ,memerlukan suatu cara pengamanan yakni dengan cara membuat jalur bypass dengan memanfaatkan MCB atau MCCB. Apabila terdapat kerusakan UPS atau instalasi listrik yang lain mudah dibenahi / diperbaiki. Dengan cara bypass ini dengan mudah mencopot UPS atau lainya, sementara listrik masih jalan.
Bagaimana gambar instalasi untuk bypass yang banyak dipakai dan aman? Untuk itu ikuti ulasan selanjutnya.
Sebelum mengetahui inti permasalahan, harus mengerti fungsi dari bagian-bagaian listrik.
Bagian-bagian listrik tersebut adalah:
1. MCB
2. MCCB
3. GFCI/ RCCB/ ELCB
4. Grounding
5. Warna kabel
6. CT
7. Surge Arrest

MCB
MCB( Miniature Circuit Board) adalah switch pembatas arus akibat dari kenaikan daya /tegangan yang melebihi batas dan atau hubung singkat. Part ini biasanya terbatas pada arus nominal kecil sampai dengan kurang dari 100 Ampere.
Bentuknya ada yang satu pole (satu input dan satu output), ada yang dua pole, tiga pole hingga empat pole.
Jumlah dari tipe satu pole, dua pole, tiga pole, empat pole menunjukkan bahwa pemakaian tersebut adalah tergantung pada kebutuhan dari jalur kabel yang dipakai.
Disamping ini adalah gambar MCB yang dibuka.
Keterangannya,
1. Tuas langkah on-off
2. Actuator mekanik
3. Terminal
4. sekrup konektor kabel
5. Bimetal
6. skrup pengatur presisi
7. selenoid
8. sundut pembagi

Type MCB berikut ini menunjukkan kemampuan manangani arus menurut IEC 60898-1,
Type B bisa 3 In sampai dengan 5 In
Type C bisa 5 In sampai dengan 10 In
Type D bisa 10 In sampai dengan 20 In
Type K bisa 8 In sampai dengan 12 In proteksi beban untuk waktu short 400ms - 2 ms arus puncak
Type Z bisa 2 In sampai dengan 3 In untuk periode 10 detik. Untuk proteksi dari peralatan semikonduktor dan pengukuran menggunakan transformer.

MCCB
MCCB singkatan dari Moulded Case Circuit Breaker.
Circuit Breaker pembatas arus apabila terdapat arus beban yang melebihi batas-batasnya.
MCCB ini digunakan hampir sama dengan MCB tetapi dengan batas arus beban yang lebih besar dari 100 Ampere sampai dengan 1600 Ampere.

GFCI/RCCB/ELCB
Ground Foult Circuit Interruption adalah semacam Circuit Breaker yang bereaksi lebih cepat dari MCB. Alat ini akan memonitor listrik sewaktu-waktu apabila terdapat short atau kabel terkelupas dan mengenai manusia, tidak mengakibatkan kematian.
Peralatan ini biasanya banyak dipakai pada perumahan dan bahkan industri kecil sampai sedang.
Batas arus yang melintasi manusia tidak boleh melebihi dari standard IEC.
Cara kerja dari peralatan ini adalah apabila arus yang melalui dari ring transformer tidak sebanding dengan output ring transformer (ada arus bocor melebihi batas yang ditentukan), secara otomatis akan menghentikan jalur listrik .


Grounding
Grounding pada instalasi listrik berfungsi sebagai pengaman listrik. Pengaman listrik akibat dari kabel -kabel yang terkelupas dan mengenai body part peralatan elektonik atau peralatan listrik yang selanjutnya mengenai orang. Dengan adanya grounding ini aliran arus listrik yang liar atau yang tak berfungsi akan dibumikan. Dengan demikian manusia akan terhindar dari sengatan listrik yang berlebihan.
Contoh barang-barang listrik dengan casing metal seperti dibawah ini:
Komputer, Mesin Cuci, mesin pemanas, hair dryer dan lain-lain.

Warna Kabel
Warna kabel instalasi listrik sudah ditetapkan diberbagai negara. Untuk Indonesia, warna kabel listrik ditentukan menurut standard SNI atau standatd IEC:
1. warna merah, kuning, hitam.....................untuk fase
2. warna biru muda (biru laut).....................untuk netral
3. warna kuning -hijau.................................. untuk ground

CT ( Current Tranformer )
CT adalah suatu peralatan listrik dari bahan baja / metal dalam bentuk lingkaran (ring) atau gelang persegi dan tengahnya berlubang. Fungsi dari CT ini yaitu sebagai penurun arus dan atau tegangan pada box panel . Fungsi ini dimanfaatkan sebagai indikator lampu atau indikator meteran.

Surge Arrest
Surge Arrest adalah peralatan pengaman listrik dari kejutan listrik yang berlebihan. Contohnya apabila ada kejadian tiba-tiba aliran listrik menjadi lebih tinggi akibat dari penambahan energi potensial. Penambahan energi ini kemungkinan sebagaian besar di daerah Industri, karena berhubungan dengan peratalan mesin yang besar otomatis membutuhkan energi yang besar pula. Atau suplai dari PLNnya sendiri yang kadang-kadang tidak stabil . Untuk itu bangunan perumahan atau gedung-gedung membutuhkan Surge Arrestor.Fungsi alat ini adalah membuang energi yang berlebihan dengan komponen tertentu.
Dari referensi disebutkan bahan-bahannya yaitu dari Metal Oxide Varistor (MOV),sekering dan Lilitan Choke Toroid. MOV terhubung dengan jaringan tanah/ grounding untuk membuang energi. Sedangkan selanjutnya arus normal diteruskan melalui sekering dan Toroidal Choke Coil.

line follower sederhana

Mengenal Komponen Elektronika
Resistor
Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk memberikan hambatan terhadap aliran arus listrik. Dalam rangkaian listrik dibutuhkan resistor dengan spesifikasi tertentu, seperti besar hambatan, arus maksimum yang boleh dilewatkan dan karakteristik hambatan terhadap suhu dan panas. Resistor memberikan hambatan agar komponen yang diberi tegangan tidak dialiri dengan arus yang besar, serta dapat digunakan sebagai pembagi tegangan.
Kapasitor

kapasitor adalah komponen elektrik yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik. Salah satu jenis kapasitor adalah kapasitor keeping sejajar. Kapasitor ini terdiri dari dua buah keping metal sejajar yang dipisahkan oleh isolator yang disebut dielektrik. Bila kapasitor dihubungkan ke batere kapasitor terisi hingga beda potensial antara kedua terminalnya sama dengan tegangan batere. Jika batere dicabut, muatan-muatan listrik akan habis dalam waktu yang sangat lama, terkecuali bila sebuah konduktor dihubungkan pada kedua terminal kapasitor.

Dioda
Dioda adalah devais semikonduktor yang mengalirkan arus satu arah saja. Dioda terbuat dari Germanium atau Silicon yang lebih dikenal dengan Dioda Junction. Dioda juga digunakan pada adaptor yang berfungsi sebagai penyearah dari sinyal AC ke DC.
                 
LED (Light Emitting diode)
LED merupakan komponen yang dapat mengeluarkan emisi cahaya. LED merupakan produk temuan lain setelah dioda. Strukturnya juga sama dengan dioda, tetapi belakangan ditemukan bahwa elektron yang menerjang sambungan P-N juga melepaskan energi berupa energi panas dan energi cahaya. LED dibuat agar lebih efisien jika mengeluarkan cahaya. Untuk mendapatkan emisi cahaya pada semikonduktor, doping yang pakai adalah galium, arsenic dan phosporus. Jenis doping yang berbeda menghasilkan warna cahaya yang berbeda pula.
Pada saat ini warna-warna cahaya LED yang banyak ada adalah warna merah, kuning dan hijau.LED berwarna biru sangat langka. Pada dasarnya semua warna bisa dihasilkan, namun akan menjadi sangat mahal dan tidak efisien. Dalam memilih LED selain warna, perlu diperhatikan tegangan kerja, arus maksimum dan disipasi dayanya.

Relay
Transistor tidak dapat berfungsi sebagai sebagai switch (saklar) tegangan DC atau tegangan tinggi .Selain itu, umumnya tidak digunakan sebagai switching untuk arus besar (>5 A). Dalam hal ini, penggunakan relay sangatlah tepat. Relay berfungsi sebagai saklar yang bekerja berdasarkan input yang dimilikinya.

Keuntungan relay :
·         dapat switch AC dan DC, transistor hanya switch DC
·         Relay dapat switch tegangan tinggi, transistor tidak dapat
·         Relay pilihan yang tepat untuk switching arus yang besar
·         Relay dapat switch banyak kontak dalam 1 waktu

Kekurangan relay :
·         Relay ukurannya jauh lebih besar daripada transistor
·         Relay tidak dapat switch dengan cepat
·         Relay butuh daya lebih besar disbanding transistor
·         Relay membutuhkan arus input yang besar


Transistor
Transistor bipolar biasanya digunakan sebagai saklar elektronik dan penguat pada rangkaian elektronika digital. Transistor memiliki 3 terminal. Transistor biasanya dibuat dari bahan silikon atau germanium. Tiga kaki yang berlainan membentuk transistor bipolar adalah emitor, basis dan  kolektor. Mereka dapat dikombinasikan menjadi jenis N-P-N atau P-N-P yang menjadi satu sebagai tiga kaki transistor. Gambar  di bawah memperlihatkan bentuk dan simbol untuk jenis NPN. (Pada transistor PNP, panah emitor berlawanan arah).


                      
                             Gambar  Simbol Transistor NPN dan PNP


Pada rangkaian elektronik, sinyal inputnya adalah 1 atau 0 ini selalu dipakai pada basis transistor, yang mana kolektor dan emitor sebagai penghubung untuk pemutus (short) atau sebagai pembuka rangkaian. Aturan/prosedur transistor sebagai berikut:
·           Pada transistor NPN, memberikan  tegangan positif dari basis ke emitor, menyebabkan hubungan kolektor ke emitter terhubung singkat, yang menyebabkan  transistor aktif (on). Memberikan tegangan negatif  atau 0 V dari basis ke emitor menyebabkan  hubungan kolektor dan emitor  terbuka, yang disebut transistor mati (off)
·           Pada PNP transistor PNP, memberikan  tegangan negatif dari  basis ke emitor ini  akan menyalakan transistor  (on ). Dan memberikan tegangan positif  atau 0 V dari basis ke emitor ini akan membuat transistor mati (off).

Mengenal Sensor Cahaya
Resistor jenis lainnya adalah Light dependent resistor (LDR). Resistansi LDR berubah seiring dengan perubahan intensitas cahaya yang mengenainya. Dalam keadaan gelap resistansi LDR sekitar 10MΩ dan dalam keadaan terang sebesar 1KΩ atau kurang. LDR terbuat dari bahan semikonduktor seperti kadmium sulfida. Dengan bahan ini energi dari cahaya yang jatuh menyebabkan lebih banyak muatan yang dilepas atau arus listrik meningkat. Artinya resistansi bahan telah mengalami penurunan.
LDR digunakan untuk mengubah energi cahaya menjadi energi listrik. Saklar cahaya otomatis dan alarm pencuri adalah beberapa contoh alat yang menggunakan LDR. Akan tetapi karena responsnya  terhadap cahaya cukup lambat, LDR tidak digunakan pada situasi dimana intesitas cahaya berubah secara drastis.

                                         ldr_s

                             Gambar  Sensor Cahaya LDR

Sensor cahaya berfungsi untuk mendeteksi cahaya yang ada di sekitar kita.  Sensor yang terkenal untuk mendeteksi cahaya ialah LDR(Light Dependent Resistor).  Sensor ini akan berubah nilai hambatannya apabila ada perubahan tingkat kecerahan cahaya. 
Prinsip inilah yang akan kita gunakan untuk mengaktifkan transistor untuk dapat menggerakkan motor DC (mirip dengan dinamo pada mainan mobil-mobilan anak-anak).  Perubahan nilai hambatan pada LDR tersebut akan menyebabkan perubahan beda tegangan pada input basis transistor, sehingga akan mengaktif/nonaktifkan transistor.  Penerapan lain dari sensor LDR ini ialah pada Alarm Pencuri.

Robot Line Follower Berbasis LDR
Rangkaian Robot Line follower pada intinya ialah 2 buah motor DC yang aktif berdasarkan input dari sensor LDR, jika LDR mendeksi garis putih (terang) dan garis hitam(gelap) maka akan ada perubahan nilai hambatan pada LDR tersebut, yang akan mengaktif/menonaktifkan transistor 2N3904. Untuk mengatur input tegangan ke basis agar dapat membuat transistor 2N3904 saturasi, maka digunakan pembagi tegangan, dalam hal ini trimpot / potensiometer 50k-100k. Perubahan logika pada transistor 2N3904 juga akan menyebabkan LED menyala atau mati, sebagai indikator apakah LDR membaca garis hitam/putih.  Perubahan logika pada kaki kolektor 2N3904 juga sebagai input pada basis 2N2907, yang akan mengaktifkan/menonaktifkan  motor DC, dimana transistor  2N2907 merupakan transistor switching standar.  Perhatikan gambar berikut:
    
Gambar   Rangkaian Line Follower dengan LDR

Anda dapat menggunakan sebagian  barang bekas untuk membuat robot ini, misalnya menggunakan roda BB REXONA sebagai roda robot. Komponen dan peralatan lengkap  yang diperlukan ialah :
ü  2 buah sensor cahaya LDR
ü  PCB IC bolong
ü  2 buah transistor 2N3904
ü  2 buah transistor 2N2907
ü  2 buah Trimpot/potensiometer 50k-100k
ü  2 buah resistor 3.3K
ü  2 buah resistor 1K
ü  2 buah LED (Light Emiting Dioda)
ü  Spacer (kaki PCB)
ü  Acrilic body robot ukuran diameter 20 cm.
ü  Solder, timah solder dan kabel secukupnya
ü  Kotak baterai 6V
ü  Roda bekas  penghilang BB REXONA
ü  2 buah motor DC dengan gearbox  GT1 dan roda untuk GT1
Atau
ü  2 buah motor DC dengan gearbox GT5 dan rubber Wheel untuk GT5 (lebih  bagus)
ü  Bor PCB
ü  Lem Lilin
ü  Multitester analog /digital

Perakitan
Langkah-langkah untuk merakit robot ini sebagai berikut :
1.      Siapkan PCB IC bolong, lalu pasang dan solderlah  komponen sesuai rangkaian diatas.
2.      Beri tegangan 6V, atur pemberian  cahaya pada LDR tersebut dengan membuka atau menutup permukaan LDR tersebut dengan jari atau kertas, atur trimpot/potensiometer sehingga hasilnya optimal. Bagian ini ialah bagian yang paling kritis di dalam pembuatan robo tini, karena kalau tuning tidak tepat, aka robot beralan tidak sesuai jalur yang dibuat.
3.      Jika sudah selesai, pasanglah apda acrilic dengan tampilan seperti berikut :















 




                         


 





Gambar  Desain Robot Line Follower dengan LDR

4.      Pasanglah PCB dan pendukungnya pada acrilic.  Hubungkan kabel motor DC ke keluaran PCB.  Hubungkan baterai 6V ke input Supply PCB.
                     

Gambar  Robot Line Follower dengan LDR tampak bawah


5.      Jika sudah dirakit cobalah jalankan pada lantai yang sudah dipasang jalur hitam berkelok (dapat menggunakan lakban), maka robot akan beralan mengikuti jalur tersebut.  Jika sensor kurang sensitif, putarlah perlahan-lahan trimpot/potensiometer robot tersebut, untuk hasil yang optimal. Pastikan sensor LDR berada cukup dekat dengan lantai.   Jika putaran motor terlalu cepat, Anda dapat mengatur besar tegangan motor DC tersebut, misal menggunakan IC variabel regulator LM317. 

Gambar   Hasil Robot Line follower Sederhana

rangkaian downloader




Bagian Rangkaian Easy Downloader Mikrokontroler ATMEL AT89Cxx51

Rangkaian Easy Downloader Mikrokontroler ATMEL AT89Cxx51 ini dibuat dalam beberapa bagaian diantaranya adalah bagian master , yaitu menggunakan mikrokontroler AT890C2051 sebagai pengendali pemrograman mikrokontroler. Kemudian IC data 74HC373 digunakan sebagai sistem bus pemrograman mikrokontroler yang berfungsi untuk mengatur pengiriman data dan alamat pemrograman. Untuk berkomunikasi dengan port serial mikrokontroler menggunakan IC AP 275. Kemudian untuk bagian power suplay yang berfungsi untuk memberikan suplay tegangan mikrokontroler master dan mikrokontroler yang di program (slave).